Perusahaan-Perusahaan Raksasa Kartu Kredit Bakal Kategorikan Penjualan Senjata di AS
- Para perusahaan raksasa kartu kredit di AS akan menerapkan kode kategori pedagang baru yang mengindentifikasi transaksi di toko senjata. Hal ini guna menandai terjadinya potensial penembakan massal.

Fakhri Rezy
Author


JAKARTA - Para perusahaan raksasa kartu kredit di AS akan menerapkan kode kategori pedagang baru yang mengindentifikasi transaksi di toko senjata. Hal ini guna menandai terjadinya potensial penembakan massal.
Melansir CNN Business, Jakarta, Senin, 12 September 202, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) yang berbasis di Jenewa, menyetujui kode tersebut pada pekan lalu.
Sistem ini akan secara terpisah mengkategorikan penjualan di toko senjata dan amunisi, yang menurut para advokat dapat membantu melacak transaksi senjata api dan amunisi yang mencurigakan.
Keputusan itu langsung ditanggapi oleh perusahaan-perusahaan kartu kredit terbesad di AS. Visa, jaringan pembayaran terbesar di dunia, akan melanjutkan langkah berikutnya.
- Luhut Bongkar Biang Kerok Bengkaknya Subsidi dari Tahun ke Tahun, Solusinya Apa?
- Di balik Kian Maraknya Gedung Perkantoran Berkonsep ESG
- Mulai Hari Ini, TransJakarta Beroperasi 24 Jam di 13 Koridor
"Sambil memastikan kami melindungi semua perdagangan legal di jaringan Visa sesuai dengan aturan lama kami," kutip keterangan perusahaan.
Selain Visa, American Express mengatakan akan mengikuti praktik bisnis yang biasa dan bekerja dengan prosesor dan mitra pihak ketiga untuk menerapkan kode tersebut.
"Kami fokus untuk memastikan bahwa kami memiliki kontrol yang tepat untuk memenuhi tanggung jawab peraturan dan fidusia kami, serta mencegah aktivitas ilegal di jaringan kami," kata keterangan perusahaan American Express.
Mastercard pun turut mendukung keputusan tersebut. Menurut perusahaan, tindakan bipartisan baru-baru ini di Kongres adalah langkah positif dalam menangani kekerasan senjata secara bermakna.
Sekarang setelah ISO menyetujui kode kategori pedagang baru, Mastercard mengatakan sedang mengalihkan fokusnya pada bagaimana sistem akan diterapkan oleh pedagang dan bank mereka.
"Kami terus mendukung pembelian yang sah di jaringan kami sambil melindungi privasi dan keputusan masing-masing pemegang kartu," kata Mastercard dalam sebuah pernyataan.
Hampir setiap item ritel memiliki kode kategori pedagang, namun sebelum keputusan ISO, penjualan toko senjata diklasifikasikan di bawah kategori barang dagangan umum atau barang olahraga.
Walaupun saat itu kode pedagang melacak tempat konsumen menggunakan kartu kredit, tetapi tidak akan menandai barang tertentu yang dibeli.
Seperti diketahui, The New York Times menemukan pada 2018 bahwa pembayaran elektronik digunakan untuk membeli senjata dan amunisi yang digunakan dalam beberapa penembakan massal paling mematikan di negara itu, termasuk di Aurora, Colorado, San Bernardino, California, Orlando, Florida, dan Las Vegas.

Fakhri Rezy
Editor
