Tips Puasa Ramadan yang Aman bagi Penderita Diabetes
Inilah tips dan cara menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan yang aman bagi penderita diabetes agar tetap sehat dan kuat

Justina Nur Landhiani
Author


Muslim woman sharing food at Ramadan feast
(Istimewa)JAKARTA – Saat memasuki bulan Ramadan, umat muslim di seluruh dunia akan sibuk menjalankan ibadah puasa. Dengan berpuasa, maka Anda tidak akan mendapatkan asupan nutrisi baik itu dari makanan atau minuman sejak imsak hingga berbuka puasa. Selain itu, puasa juga merupakan tantangan sendiri bagi penderita diabetes.
Penderita atau yang sedang mengalami diabetes harus mengetahui tips dan cara puasa Ramadan yang aman, agar tidak mengganggu kesehatan dan tetap bisa beribadah secara lancar. Berikut tips puasa Ramadan yang aman bagi penderita diabetes, seperti yang telah dilansir dari berbagai sumber.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Konsultasi Kepada Dokter
Sebelum Anda memutuskan untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadan, pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter Anda terlebih dahulu. Sebaiknya, Anda berkonsultasi paling tidak 2 bulan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Setelah konsultasi kepada dokter, Anda akan mendapatkan cara berpuasa yang aman untuk Anda, serta penyesuaian konsumsi obat diabetes yang harus dilakukan.
Melakukan Uji Coba Puasa
Sebelum Ramadan, Anda yang mengalami diabetes bisa melakukan uji coba puasa dengan melaksanakan puasa sunah terlebih dahulu. Tentunya, hal ini juga harus dilaksanakan usai Anda berkonsultasi kepada dokter yang biasa menangani Anda.
Tidak Melewatkan Sahur
Saat Anda bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan, sebaiknya Anda tidak melewatkan sahur. Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang pada pagi hari dan konsumsi insulin dalam jumlah yang sesuai.
Konsumsi Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah
Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah berguna untuk mencegah gula darah Anda berfluktuasi terlalu cepat atau terlalu banyak.
Minum Air Putih yang Cukup
Setelah berbuka sampai sahur, pastikan Anda selalu minum air putih atau minuman bebas gula paling tidak 8 gelas sehari.
- Cara Menghilangkan Kecemasan Saat Rapat Online
- Tips Bekerja dari Rumah atau WFH Ketika Kasus COVID-19 Kembali Naik
- Tandatangani Kontrak, David Guetta Resmi Bergabung dengan Warner Music
Pantau Kadar Glukosa
Jika Anda mengalami diabetes, Anda harus selalu memantau kadar glukosa darah Anda selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini.
Peka dengan Kondisi Tubuh
Anda harus bisa mengenali apakah tubuh Anda memiliki kadar glukosa darah yang tinggi atau rendah, atau sedang mengalami dehidrasi.
Berhenti Puasa
Jika Anda mengalami beberapa hal seperti gemetar, berkeringat, palpitasi, lapar, pusing, dehidrasi parah, Anda bisa menghentikan puasa dan menggantinya di lain waktu.
Tidak Menunda Buka Puasa
Ketika telah masuk waktu berbuka puasa, segeralah untuk segera minum banyak cairan dan makanan makanan yang sehat. Usahakan untuk tidak makan dan minum secara berlebihan saat berbuka puasa.
